Kebangkitan Desain Rumah Lawas di Kalangan Milenial

Kebangkitan desain rumah lawas telah mendapatkan sinyal lampu hijau karena mulai muncul kembali sekumpulan orang yang menggandrunginya. Sebagian besar di antaranya bahkan berasal dari kalangan remaja maupun dewasa muda yang kini biasa kita sebut dengan sebutan generasi milenial.

Tariq Khalil seorang arsitek sekaligus penulis senior, dulunya sempat menelurkan karya berupa sebuah buku yang membahas mengenai desain rumah lawas. Ia mengamati dari sejak lama, bahwa golongan anak muda masa sekarang mulai menunjukkan ketertarikan khusus pada berbagai budaya retro yang dulu hits pada era 1950an.

Kebangkitan Desain Rumah Lawas di Kalangan Milenial

Khalil mencoba untuk mengangkat fenomena ini dengan menuangkan ide maupun pemikirannya dalam bentuk kumpulan foto desain bangunan tua. Beberapa waktu belakangan, karyanya disetujui oleh penerbit sehingga akhirnya kita dapat menemukan Retronesia: The Years of Building Dangerously di toko buku terdekat.

Pada masanya, komunitas hipster sempat populer karena cenderung mempraktekan gaya hidup nyeleneh sehingga menarik perhatian orang banyak. Kini ia mulai hidup kembali yang terwujud dengan ciri – cirinya yaitu bangkitnya minat terhadap gaya hidup 1950-an awal atau bisa juga kita panggil dengan sebutan retro.

Jika cukup teliti, mungkin anda menyadari bahwa gaya retro belakangan ini mulai sengaja dimunculkan kembali oleh sejumlah pengusaha. Sebut saja misalnya berbagai perabotan yang memiliki ujung kaki meruncing, boutique hotel dengan desain bangunan mencolok pada sudutnya, ataupun pom bensin milik pertamina yang atapnya sangat miring.

Kebangkitan Desain Rumah Lawas Menjadi Pilihan Favorit Anak Muda

Kebangkitan desain rumah lawas baru sampai pada tahap permulaan, dan diperkirakan akan semakin intens lagi beberapa tahun ke depan. Bahkan, kaum seniman serta perancang desain ikut meramaikan gelombang ini dengan menghasilkan berbagai macam karya bernuansa retro maupun gaya arsitektur seperti zaman Soekarno masih hidup.

Dalam sebuah wawancara, Lufti Hasan yaitu seorang pemiliki toko perabotan bernama Vintage di Jakarta mengemukakan pendapatnya kepada awak media. Ia mencoba memberikan sudut pandangnya terhadap fenomena meningkatnya permintaan akan berbagai hal berbau lawas yang saat ini semakin menjadi buruan anak muda perkotaan khususnya Jakarta.

Kebangkitan Desain Rumah Lawas Menjadi Pilihan Favorit Anak Muda

Ketika anda berusia 40 tahun ke atas pada 2020, maka barang antik maupun desain rumah jadul akan membangkitkan sensasi nostalgia tersendiri. Kala itu, kelompok usia tersebut masih menjadi anak – anak sehinggat mengingatkannya pada kenangan indah masa kecil yang jenaka dan jauh dari hiruk pikuk urusan orang dewasa.

Sebaliknya, anak muda memiliki anggapan bahwa hipster adalah bagian dari cara untuk dibilang keren oleh teman sebayanya. Teman – temannya pasti akan mengagumi bila melihat ia memiliki koleksi barang antik seperti misalnya gramofon ataupun posting foto sosmed di café retro, menjadikannya ibarat tiket menuju gerbang komunitas ‘keren’.

Meskipun terlihat positif sebagai sebuah bentuk pelestarian budaya peninggalan masa lampau, namun sifat latah masyarakat bisa berakibat kurang baik. Amir Sidartha seorang pemerhati kesenian merangkap dosen arsitektur Universitas Pelita Harapan berkata bahwa retro lebih dari sekedar mempercantik pemandangan saja.

Gaya Retro Memiliki Nilai Filosofis Melebihi Unsur Aestetik Semata

Rumah bergaya yankee atau biasa disebut jengki kembali menuju puncak masa kejayaannya, walaupun asal – usul gaya tersebut masih simpang siur. Vila yang berdiri tegak di daerah pegunungan, pemukiman elit perkotaan, rumah ibadah seperti gereja dan bangunan bersejarah lainnya, semua memperlihatkan keragaman Indonesia serta toleransi di masa lampau.

Semen merupakan bahan baku penting yang telah memberikan kontribusi besar pada perubahan gaya bangunan Indonesia menjadi lebih modern. Kebangkitan desain rumah lawas pun sejatinya takkan pernah lepas dari material ini bahkan hingga puluhan tahun ke depan menuju sebuah peradaban futuristik yang mengandalkan serba teknologi.

Gaya Retro Memiliki Nilai Filosofis Kebangkitan Desain Rumah Lawas

Rahasia desain arsitek ternama di dalam negeri maupun manca negara terletak pada ide konsep dan filosofis yang terkandung dalamnya. Tahun 1964, Pabrik Semen Gresik berinisiatif mendirikan bangunan bernama Wisma Semen Gresik dengan bentuk yang memukau penglihatan dan sarat nilai artistik yang memanjakan mata.

Kini namanya telah berganti menjadi Wisma Ahmad Yani, namun kecantikannya sama sekali tidak memudar bahkan semakin menarik untuk ditelusuri. Bergaya Art Deco, ia mencampurkan letak beranda bersamaan dengan kanopi, panel untuk menyimpan tenaga surya berbentuk geometris, hingga kaca bangunan berhiaskan gaya Art Nouveau dari Eropa.

Belum cukup sampai situ, atmosfernya pun begitu menawan hati karena terdapat sejumlah bebatuan penuh ukiran bergaya sosiasil – realis. Ia merepresentasikan persatuan dan pembangunan sebagai simbol utama majunya bangsa Indonesia hingga dapat menjadi sebesar seperti sekarang ini.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *